Tanda-Tanda Kurang Gizi pada Anak
Salah satu tanda anak kekurangan gizi adalah pertumbuhan tinggi dan berat badannya tidak sesuai usia. Anak juga bisa menjadi lebih rewel atau kurang semangat dalam beraktivitas. Berikut karakteristik dari anak kurang gizi yang perlu Anda ketahui:
1. Anak Terlihat Lemah dan Kurang Aktif
Anak yang kekurangan gizi sering terlihat lemas, tidak bersemangat bermain, atau lebih banyak diam dibandingkan anak seusianya. Jika si Kecil jarang bergerak aktif padahal biasanya lincah, ini bisa menjadi tanda ia tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
2. Nafsu Makan Menurun
Anak yang kurang gizi mungkin kehilangan minat pada makanan, bahkan yang sebelumnya disukai. Mereka bisa menolak makan atau hanya makan dalam porsi sangat kecil. Jika anak benar-benar menolak makan, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter atau layanan kesehatan terdekat.
3. Pertumbuhan Tinggi Badan Terhambat
Jika tinggi badan anak tidak bertambah sesuai grafik pertumbuhan usianya, ini bisa menjadi indikasi kekurangan gizi. Perhatikan apakah pakaiannya masih muat dalam waktu lama atau apakah ia terlihat lebih pendek dari teman sebayanya.
4. Berat Badan Sulit Naik
Berat badan anak yang kurang gizi cenderung naik sangat lambat, meskipun sudah banyak makan. Pantau perkembangan berat badannya secara berkala melalui buku KMS (Kartu Menuju Sehat) atau konsultasi ke dokter.
5. Porsi Makan Lebih Sedikit dari Biasanya
Anak mungkin makan lebih sedikit dari porsi normalnya, atau cepat kenyang. Ini berbeda dengan fase “picky eating” (pilih-pilih makanan) yang biasa terjadi pada anak.
Dampak Kekurangan Gizi pada Anak
Anak yang kekurangan gizi dapat menyebabkan :
1. Stunting
- Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial. Anak-anak dianggap mengalami kondisi ini apabila tinggi badannya tidak sesuai Standar Pertumbuhan Anak WHO.
- Bila tidak mendapatkan penanganan, stunting pada anak akan terus berlanjut hingga mereka dewasa. Ini dapat memberikan dampak buruk pada tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
- Cara mencegah stunting bisa dengan memberikan pola asuh dan makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat.
2. Berat Badan Kurang
- Berat badan kurang merupakan salah satu dampak kekurangan gizi. Kondisi ini terjadi ketika anak tidak mendapatkan cukup kalori dan nutrisi sehingga berat badannya tidak sehat.
- Bahkan, risiko kematian dapat meningkat apabila anak-anak memiliki berat badan yang kurang. Ada beberapa tanda yang harus diwaspadai orang tua untuk mengenali kekurangan berat badan, antara lain:
- Persentil berat badan anak cenderung menurun pada kurva pertumbuhan seiring masa pertumbuhan anak
- Pakaian anak yang semakin longgar
- Tulang rusuk yang terlihat menonjol
3. Malnutrisi
- Malnutrisi adalah ketidakseimbangan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Ini dapat berarti kekurangan atau kelebihan gizi.
- Malnutrisi bisa menyerang semua kalangan usia, tetapi anak-anak paling umum terjadi. Penyebabnya bisa karena kesulitan akses makanan sehat atau kurangnya pemahaman tentang gizi.
- Gejala malnutrisi yang biasa terlihat meliputi lengan dan kaki kurus dengan edema (bengkak akibat cairan) di perut dan wajah. Anak dengan kondisi ini juga mudah lelah dan sering terkena infeksi.
Cara Mengatasi Anak yang Kekurangan Gizi
Ada beberapa cara mengatasi anak kurang gizi, di antaranya:
Perubahan pola makan, seperti mengonsumsi makanan dengan kalori dan nutrisi tinggi
Mendapatkan dukungan keluarga untuk meningkatkan asupan gizi anak
Mengobati kondisi medis yang menyebabkan kekurangan gizi atau malnutrisi
Konsumsi suplemen untuk anak kurang gizi, atas dasar konsultasi dengan dokter atau ahli gizi
Jika anak mengalami tanda-tanda kekurangan gizi, seperti kurang aktif, tidak makan dengan baik, dan pertumbuhan lambat, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan yang tepat agar kesehatan, tinggi badan, dan berat badan anak tetap terjaga sesuai usianya.
SUMBER : https://ciputrahospital.com/ciri-ciri-anak-kurang-gizi/