Apa Itu Parenting?

Parenting, berasal dari kata “parent” dalam bahasa Inggris yang bermakna “orang tua.”

Sementara “parenting” itu sendiri mengacu pada proses pengasuhan dan pendidikan anak oleh orang tua. 

Secara umum, parenting anak adalah mencakup berbagai aspek seperti membimbing, mendidik, mencukupi kebutuhan nutrisi anak, serta mendukung perkembangan fisik, emosional, dan sosial anak.

Dalam konteks ini, orang tua berperan sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak, yang memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.

Pentingnya parenting tidak dapat dipandang sebelah mata. Di era modern seperti saat ini, pola pengasuhan harus disesuaikan dengan perubahan zaman dan kebutuhan anak, sehingga orang tua perlu terus belajar dan beradaptasi. 

Melalui parenting dan pendekatan yang baik, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi seorang individu yang percaya diri, mandiri, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.


Prinsip Parenting yang Perlu Dipahami

Berikut adalah beberapa prinsip parenting yang dapat ayah dan ibu terapkan untuk membantu anak berkembang menjadi pribadi yang berkarakter positif:

  • Berikan Contoh yang Baik  

Teladan dari orang tua sangat penting bagi anak, terutama di zaman sekarang di mana konten negatif mudah diakses melalui media sosial. 

Oleh karena itu, orang tua harus menunjukkan perilaku dan cara berbicara yang baik.

Jika ayah dan ibu bisa menjadi contoh yang positif, maka karakter anak pun akan berkembang dengan cara yang sama.

  • Luangkan Waktu untuk Anak  

Teladan dari orang tua sangat penting bagi anak, terutama di zaman sekarang di mana konten negatif mudah diakses melalui media sosial. 

Oleh karena itu, orang tua harus menunjukkan perilaku dan cara berbicara yang baik.

Jika ayah dan ibu bisa menjadi contoh yang positif, maka karakter anak pun akan berkembang dengan cara yang sama.

  • Komunikasi Terbuka  

Membangun komunikasi yang jujur dan terbuka antara orang tua dan anak juga merupakan salah satu prinsip penting. 

Dengan menciptakan ruang untuk berdialog, anak merasa dihargai dan didengar.

Ini membantu mereka untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran, serta memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

  • Ajarkan tentang Tanggung Jawab  

Mengajarkan anak tentang tanggung jawab sejak dini membantu mereka memahami pentingnya konsekuensi dari tindakan mereka.

Melibatkan anak dalam tugas-tugas sehari-hari atau memberikan tanggung jawab kecil dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian mereka.

Ini juga membantu mereka belajar tentang disiplin dan manajemen waktu.

  • Hindari Memanjakan Anak  

Mencintai anak adalah hal yang wajar, tetapi kasih sayang yang berlebihan dapat berujung pada perilaku memanjakan. 

Anak yang terlalu dimanjakan oleh orang tua cenderung tidak akan tumbuh menjadi individu yang mandiri dan percaya diri. Jadi, pola asuh memanjakan ini perlu orang tua hindari sejak dini.


Ini Tips Parenting yang Wajib Diketahui

Mengasuh dan mendidik anak bukanlah hal yang mudah dan penuh dengan tantangan.

Oleh karena itu, orang tua dapat mengikuti tips parenting berikut ini agar pola parenting pada anak berjalan dengan optimal:

1. Tanamkan Niat dan Tekad yang Kuat

Untuk memulai parenting yang baik, ayah dan ibu perlu memiliki niat dan tekad komitmen agar dapat mendidik dan mengasuh anak dengan cara terbaik. 

Dengan niat yang tulus, upaya untuk mengasuh anak dengan baik akan tertanam dalam ingatan.

Momen ‘kehabisan energi’ akibat kelelahan akan lebih jarang terjadi.

2. Ciptakan Momen Bersama Anak

Cobalah untuk menjadwalkan “hari keluarga” setiap pekan.

Misalnya, pada hari Minggu, orang tua bisa menghabiskan waktu bersama anak di taman, pergi ke kebun binatang, atau hal sederhana seperti menyiapkan makan malam bersama. 

Pastikan semua perangkat elektronik dimatikan, sehingga orang tua bisa fokus berinteraksi dengan anak.

Selama aktivitas, ajak anak berbicara tentang hal-hal yang mereka sukai, sebab ini akan membuat anak merasa diperhatikan dan terhubung dengan kedua orang tua.

3. Mendengarkan Pendapat Anak

Sejak anak berada di usia dini, keinginan untuk dihargai sudah mulai muncul dalam diri mereka.

Jika Ayah dan Ibu dapat mengenali perasaan ini, berikanlah perhatian dan dengarkan pendapat anak. 

Mulai usia tiga tahun, anak sering kali terlihat enggan mendengarkan perkataan orang tua, namun ini merupakan upaya mereka untuk mengeksplorasi diri. 

Oleh karena itu, cobalah untuk mendengarkan pendapat maupun pertanyaan mereka dan berikan penjelasan dengan lembut.

4. Ajarkan tentang Tata Tertib

Orang tua juga bisa berikan anak contoh dalam kehidupan sehari-hari, seperti mematuhi rambu lalu lintas dan membantu mengerjakan tugas rumah. 

Jangan lupa untuk menghargai anak, seperti dengan memberinya pujian agar memotivasi mereka untuk terus mematuhi aturan. 

Diskusikan juga konsekuensi dari melanggar aturan agar anak memahami tanggung jawab dan pentingnya mengikuti tata tertib.

5. Berikan Waktu untuk Diri Sendiri

Agar tetap sehat secara mental dalam mendampingi anak, orang tua perlu menyadari pentingnya menyisihkan waktu untuk diri sendiri. 

Oleh karena itu, alokasikan waktu minimal seminggu sekali untuk kegiatan seperti membaca, relaksasi, atau tidur siang, agar terhindar dari stres dan kelelahan.

Orang tua bisa saling berkoordinasi untuk bergantian mengawasi anak agar bisa sama-sama beristirahat sejenak.

Mengenal Berbagai Gaya Parenting dan Dampaknya

Terdapat berbagai gaya parenting yang umum diterapkan, di antaranya:

  • Otoritatif: Gaya parenting ini ditandai dengan aturan yang jelas, tetapi juga fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan anak.
  • Otoriter: Gaya parenting ini menekankan pada aturan yang ketat dan hukuman yang berat.
  • Permisif: Gaya parenting ini cenderung memanjakan anak dan memberikan sedikit batasan.
  • Uninvolved: Gaya parenting ini kurang terlibat dalam kehidupan anak dan tidak memberikan dukungan atau bimbingan yang memadai.

Gaya parenting otoritatif umumnya dianggap sebagai gaya yang paling efektif karena dapat menghasilkan anak yang mandiri, percaya diri, dan bertanggung jawab.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak ada satu gaya parenting yang cocok untuk semua anak. Sesuaikan gaya parenting dengan karakter dan kebutuhan masing-masing anak.

Masalah Umum dalam Parenting dan Solusinya

Parenting tidak selalu berjalan mulus. Masalah yang mungkin timbul dalam parenting adalah:

  • Anak Tantrum: Tantrum adalah ledakan emosi yang umum terjadi pada anak-anak, terutama usia prasekolah.
  • Anak Susah Makan: Beberapa anak mengalami kesulitan makan karena berbagai alasan, seperti picky eater atau masalah kesehatan.
  • Anak Kecanduan Gadget: Kecanduan gadget dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik, emosional, dan sosial anak.
  • Anak Mengalami Bullying: Bullying dapat menyebabkan trauma dan masalah kesehatan mental pada anak.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, penting untuk mencari tahu penyebabnya dan menerapkan solusi yang tepat. Konsultasikan dengan dokter anak atau psikolog jika diperlukan.

Peran Ayah dalam Parenting

Peran ayah dalam parenting sama pentingnya dengan peran ibu. Ayah dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam tumbuh kembang anak. Nah, peran ayah dalam parenting adalah:

  • Memberikan Dukungan Emosional: Ayah dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak.
  • Menjadi Panutan: Ayah dapat menjadi contoh yang baik bagi anak dalam hal perilaku, sikap, dan nilai-nilai.
  • Terlibat dalam Pengasuhan: Ayah dapat terlibat dalam kegiatan sehari-hari anak, seperti memandikan, memberi makan, dan bermain.
  • Mendukung Perkembangan Kognitif: Ayah dapat membantu anak mengembangkan kemampuan kognitif mereka melalui kegiatan seperti membaca, bermain puzzle, dan mengunjungi museum.

Keterlibatan ayah dalam parenting dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, kemampuan sosial, dan prestasi akademik.


Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/parenting-pada-anak-ini-prinsip-dan-tips-yang-wajib-diketahui-1?srsltid=AfmBOorEh2reskjhqHCYlILwcgfPXscsNeVvkdcFfcYVfee0759v2Yrr